Rabu, 25 September 2013

Folder Inseminasi Buatan (IB) : Deteksi Birahi pada Sapi

Oleh : Nadhifa Husna

Folder tampak depan





Folder tampak belakang

Special thanks to : Mas Ary - Laboratorium Multi Media STPP Magelang


Rabu, 11 September 2013

Kasus Pemalsuan Telur Ayam Kampung

Oleh : Nadhifa Husna

1. Telur Ayam Kampung
            Telur ayam kampung adalah telur yang berasal dari ayam kampung.  Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing.  Menurut Wikipedia (2012), ayam kampung dikenal dengan istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras" kebaikan dari ayam ras/negeri) bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri). Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus.
Laboratorium Unggas Unpad (2012) menyatkan bahwa telur ayam kampung per 100 gramnya memiliki kandungan 174 kalori, 10,8 gram protein, 4,9 mg zat besi dan 61,5 g retinol atau vitamin A.  Dijelaskan lebih lanjut bahwa karena alasan tersebut telur ayam kampung lebih diminati.dibandingkan dengan telur ayam negeri.
Telur ayam kampung yang asli mempunyai kelebihan dibandingkan telur ayam yang lain. Selain sumber kalori dan protein hewani yang cukup baik (mudah diserap usus dalam jumlah yang banyak) dapat dipakai sebagai campuran minuman jamu yang diyakini dapat memberikan kesegaran pada tubuh.
Fungsi Telur Ayam Kampung Untuk Kesehatan diantaranya :
·      Dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner, kencing manis, maag atau usus besar.
·      Selain mengandung sumber energi juga mengandung sumber protein yang cukup. Energi yang dipakai untuk mengganti energi yang digunakan aktifitas dan berfikir sedangkan proteinnya diperlukan untuk mengganti bagian organ yang rusak.
·      Mempunyai kandungan kolesterol (pada kuning telur) cukup tinggi.
Bagi yang mempunyai hipertensi atau hiperkolesterolemia (kandungan kolesterol dalam darah yang tinggi) harus hati – hati mengatur konsumsinya.
·      Membantu mengatasi kelelahan dan kecapaian tubuh, namun tidak dapat mengatasi seluruhnya karena badan masih membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan organ tubuh.
·      Telur ayam kampung lebih diminati khusunya oleh para pria. Untuk meningkatkan khasiatnya campur telur ayam kampung dengan madu asli, energi Anda pasti akan pulih kembali.
Gambar 1. Telur Ayam Kampung
2. Kasus Pemalsuan Telur Ayam Kampung
Kalau Anda sempat merasakan kejanggalan saat minum jamu yang menggunakan telur ayam kampung, bisa jadi telur yang anda konsumsi itu adalah imitasi bukan tukang jamunya yang melakukan kecurangan, tetapi para agen nakal yang menjebak para konsumen. Pembuatan telur ayam kampung abal-abal ini tergolong simpel, cuma dipilih telur ayam negeri yang berukuran kecil yang lantas direndam kedalam pewarna atau cat tembok selama berhari-hari. Telur ini memang cantik secara kasat mata tapi mematikan jika dikonsumsi, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam manusia.



 Gambar 2. a. Kiri         :  Telur Ayam Negeri (Ras)
                         b. Kanan    :  Telur ayam Kampung (Buras)
3. Perbedaan Telur Ayam Kampung Asli dengan Telur Ayam Kampung Palsu
Adapun cara membedakan telur ayam kampong asli dengan telur ayam kampong palsu adalah sebagai berikut :
a) Raba telur, biasanya telur yang asli lebih halus dibanding telur palsu yang kulitnya lebih kesat.
Gambar 3. Telur ayam kampung asli (yang di centang) teksturnya lebih licin dibandingkan dengan telur ayam kampung palsu yang lebih kasar

b)  Jika disentuh dengan tangan basah maka warna telur palsu akan memudar.
c)  Perbedaan yang paling menonjol, telur ayam kampung lebih banyak kuningnya dibanding dengan telur biasa.
Gambar 4. Warna kuning telur ayam kampung asli lebih orange daripada warna kuning telur ayam kampung palsu

4. Bahaya Telur Ayam Kampung Palsu
Telur ayam kampung palsu sangat mematikan jika dikonsumsi, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam manusia.  Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan untuk memutihkan warna telur ayam negeri adalah bahan kimai pemutih yang berbahaya.  Jadi telur ayam negeri direndam agar warna coklatnya luntur.  Perendaman selama berhari-hari ini tentu saja akan mengakibatkan bahan kimia tersebut masuk melalui pori-pori cangkang telur dan akan mempengaruhi isi telur.  Zat pemutih ini akan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.
Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia. Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Salah satu kasus penjaminan mutu hasil ternak sehingga mengakibatkan pangan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi adalah pemalsuan telur ayam kampung.  Telur ayam kampung palsu sangat mematikan jika dikonsumsi, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam manusia.

Reference:
Anonim. 2012. Kebohongan Produsen pada Masyarakat dan Publik.  http://indonesiaindonesia.com/f/37233-kebohongan-produsen-masyarakat-publik/ diakses tanggal 18 Maret 2013.
Izti. 2008. Telur Palsu Dan Perilaku Curang Para Pedagang Kita. Dalam : http://myquran.org/forum/index.php?topic=46913.0 diakses tanggal 18 Maret 2013.
Laboratorium Unggas Unpad. 2012. Khasiat Luar Biasa Telur Ayam Kampung . http://labunggasunpad.blogspot.com/2012/07/khasiat-luar-biasa-telur-ayam-kampung.html. diakses tanggal 18 Maret 2013.
Wikipedia. 2012. Ayam Kampung. http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam_kampung. diakses tanggal 18 Maret 2013.
Special thanks to : Ibu. drh. Yudiani Rina Kusuma, MP.

Minggu, 08 September 2013

Kursus Tani

Oleh : Nadhifa Husna
1. Pengertian Kursus Tani
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 52 tahun 2009,  Kursus tani merupakan proses belajar mengajar yang diperuntukkan bagi para pelaku utama beserta keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu.  Anonima (2012) menyatakan bahwa kursus tani adalah kegiatan belajar dan mengajar bagi para petani dalam waktu tertentu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.
Kursus tani adalah suatu pertemuan yang ditujukan untuk pemecahan suatu permasalahan yang timbul dalam usaha tani, yang memerlukan beberapa alternatif penanggulangannya dan melibatkan para petani, tokoh masyarakat, kontak tani dan sebagainya di suatu daerah (Suparti, 2002).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa kursus tani perlu diadakan apabila masalah tersebut benar-benar memerlukan perubahan perilaku petani itu sendiri, dalam memperoleh jawaban dan penanganan masalah yang timbul.
Kursus Tani membekali sasaran dengan pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan yang sudah dirasakan, membekali pengalaman yang berguna bagi pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan di masa mendatang yang mungkin belum dirasakan (Anonim b, 2012)
Kursus Tani Desa Wulunggunung Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang

Kegiatan kursus perlu menggunakan lebih dari satu jenis metode. Jumlah peserta yang mengikuti kursus tani berkisar antara 20 – 30 orang, dan waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Setelah kegiatan kursus berlangsung perlu dilakukan bimbingan lanjutan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan kursus tani memberikan manfaat bagi pesertanya (Anonima, 2012).
2. Tujuan Kursus Tani
            Rokhman (2012) menyatakan bahwa tujuan kursus tani adalah sebagai berikut :
a.         Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan petani dalam memecahkan masalah-masalah yang dijumpai dalam usaha taninya.
b.        Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan petani dalam menerapkan teknologi yang lebih menguntungkan.
c.         Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan wanita tani dalam membantu memecahkan masalah-masalah usaha tani yanng dihadapi keluarganya.
d.        Menyiapkan pemuda-pemudi tani sebagai petani-petani yang dinamis dan terampil dimasa yang akan datang.
e.         Menumbuhkan calon-calon kontak tani-nelayan yang bersedia dan mampu menyebarluasklan teknologi pertanian yang lebih menguntungkan.
f.         Menggugah dan mengembangkan kesadaran swadaya keluarga tani.
g.        Menumbuh-kembangkan kepentingan keluarga tani.
Padmowihardjo (2012) menyatakan bahwa tujuan diadakannya kursus tani adalah: 1) membekali pengetahuan, 2) meningkatkan keterampilan, 3) menumbuhkan sikap positif, dan 4) mengembangkan sikap kepemimpinan petani.
Suasana Kursus Tani

3.  Manfaat Kursus Tani
Penyelenggaraan kursus tani dibentuk apabila timbul masalah yang besar dan perlu informasi untuk mengatasinya, penting dan menyangkut sebagian besar lapisan petani, hal ini merupakan prioritas diadakannya kursus tani (Suparti, 2002).
Anonima (2012) menyatakan kursus tani bermanfaat untuk :
1.       Efektif untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan secara mendalam dan sistematis,
2.       Mendorong tumbuhnya kepemimpinan petani,
3.       Mempercepat proses adops serta
4.       Lulusan bisa dijadikan sebagai kader dalam penumbuhan kelompok tani.
4.  Teknis Pelaksanaan Kursus Tani
Pelaksanaan kegiatan kursus tani perlu dipersiapkan dengan baik terutama menyangkut kondisi sosial, ekonomi dan budaya sasaran yang akan dijadikan sebagai peserta kursus, perencanaan dan konsultasi dengan pemerintah daerah (Anonima, 2012).  Teknik mempersiapkan kursus tani meliputi meneliti keadaan petani (tradisi, norma), menganalisis masalah, menyiapkan rencana kursus, konsultasi dengan kontak tani dan pemerintah daerah (Padmowihardjo, 1999).
Menurut Rokhman (2012), teknik pelaksanaan kursus tani dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pasca.
4.1.  Perencanaan Kursus Tani
            Rokhman (2012) menyatakan bahwa perencanaan kursus tani, meliputi kegiatan sebagai berikut :
1)     Menetapkan kebutuhan belajar, yang dapat ditempuh melaui berbagai cara antara lain: a) wawancara dengan petani calon peserta kursus, b) pengamatan laporan, c) pengumpulan informasi dari pejabat daerah, dan tokoh masyarakat setempat serta d) pertemuan/musyawarah khusus dengan petani calon peserta kursus.
2)     Merumuskan tujuan pengajaran.
Meliputi empat aspek terdiri dari: sasaran didik, perilaku yang diubah, materi yang diajarkan dan lingkungan.
3)     Menyusun rencana kerja, meliputi: a) Penetapan materi pelajaran, b) Penyussunan rencana pengajaran, c) Pemilihan metode pengajaran, d) Penetapan pengajaran, e) Penetapan peserta, f) Pemilihan tempat kursus, g) Penetapan jadwal/waktu, h) Penetapan kelengkapan yang diperlukan, i) Perumusan rencana evaluasi.
4)     Konsultasi dengan pejabat pemerintah/instansi setempat.
Konsultasi ini dimaksudkan untuk : a) Mendapatkan saran-saran perbaikan rencana kerja, b) Mendapatkan partisipasi aktif dari pejabat-pejabat yang dihubungi, c) Mendapatkan ijin penyelenggaraan kursus dari pejabat yang berwenang.
4.2.  Pelaksanaan Kursus Tani
Rokhman (2012) menyebutkan bahwa tahap pelaksanaan kursus tani meliputi kegiatan sebagai berikut :
1)     Persiapan :
Langkah-langkah persiapan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a) Mengundang calon peserta dengan undangan tertulis, b) Mengundang/memberitahu pengajar yang telah ditetapkan, c) Mengatur tempat penyelenggaraan kursus, d) Mempersiapkan sarana pengajaran yang diperlukan.
2)     Pemberian pelajaran
Proses belajar dalam kursus tani berpedoman pada lima prinsip belajar, yakni: a) Belajar dengan mengerjakan, b)  Belajar dengan memecahkan masalah, c)   Partisipasi aktif dari peserta, d) Belajar dari pengalaman, e) Pengguanaan pendekatan multi media.

3)     Melaksanakan evaluasi belajar
Evaluasi dilaksanakan sesuai dengan rencana. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya, antara lain: a) Isi evaluasi harus sesuai dengan rumusan tujuan belajar dan isi bahan pelajaran yang telah diberikan, b) Evaluasi dikenakan sama dan merata terhadap semua peserta, c) Hasil evaluasi diberitahukan kepada semua peserta secepat mungkin.
4)     Memberikan Surat Tanda Tamat Kursus Tani (STTKT)
       Setiap peserta yang telah mengikuti kursus dengan baik, berhak mendapatkan Surat Tanda Tamat Kursus Tani (STTKT), karena : a) STTKT merupakan perangsang bagi setiap peserta untuk mengikuti kursus secara bersungguh-sungguh, b) STTKT merupakan kebanggaan bagi para peserta yang telah mendapatkannya, c) STTKT merupakan bukti bagi peserta untuk mendapatkan bimbingan lanjutan.
Surat Tanda Tamat Kursus Tani (STTKT)

4.3.  Evaluasi Lapangan dan Bimbingan Lanjutan
Rokhman (2012) menyebutkan bahwa tahap pelaksanaan kursus tani meliputi kegiatan sebagai berikut :
1)     Evaluasi Lapangan
Evaluasi lapangan dilakukan untuk menilai efektivitas penerapan praktis darim kursus yang telah dilaksanakan. Cara evaluasi dapat melalui wawancara, pengamatan lapangan, dan mengisi daftar pertanyaan (kuesioner).
 
Kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Kursus Tani
2)     Bimbingan lanjutan
Bimbingan lanjutan dilakukan setelah para lulusan kursus kembali ke daerah masing-masinng, dan telah menerapkannya.
(a)      Manfaat bimbingan lanjutan : a) Membantu para lulusan menerapkan secara tepat hasi belajar yang telah dicapai didalam praktek sesungguhnya, b) Mengembangkan kepemimpinan para lulusan, agar dapat menyebarluaskan pengetahuan, kecakapan serta ketrampilan yang diperolehnya kepada petani-petani tetangganya, c) Mendapatkan data tentang manfaat yang berkesinambungan antara penyuluh pertanian dengan para lulusan, d) Menjalin hubungan akrab yang berkesinambungan antara penyuluh pertanian dengan para lulusan.
(b)     Cara bimbingan lanjutan :
      Bimbingan lanjutan dapat ditempuh melalui cara-cara : a) Menyediakan bahan bacaan berupa buku, majalah, brosur, leaflet pertanian, kepada para lulusan secara teratur, b) Mengujungi lulusan secarta teratur baik ke runah maupun ke tempat usaha taninya (anjang sana-anjang karya), c) Mengadakan pertemuan sesama lulusan, d) Menyelenggrakan perlombaan usaha tani serta memberikan hadiah dan penghargaan.
5. Keunggulan Kursus Tani
Rokhman (2012) menyatakan bahwa keunggulan kursus tani adalah sebagai berikut :
a.         Sangat efektif untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan secara mendalam dan sistematis.
b.        Mendorong tumbuhnya kepemimpinan petani, kontak tani.
c.         Mempercepat proses adopsi teknologi baru.
d.        Lulusan dapat dipakai sebagai kader untuk mendorong tumbuhnya kelompok tani.
6. Kelemahan Kursus Tani
 Rokhman (2012) menyatakan bahwa keunggulan kursus tani adalah sebagai berikut :
a.         Metode ini relatif mahal serta memerlukan persiapan dan pelaksanaan yang cermat.
b.        Kurangnya sarana dan alat bantu pengajaran sering mengganggu tercapainya tujuan.
c.         Menjangkau relatif sedikit petani.
7. Evaluasi
Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu proses sistematis untuk memperoleh informasi yang relevan dan mengetahui sejauh mana perubahan perilaku petani dan hambatan yang dihadapi petani, sejauhmana efektivitas rancangan program penyuluhan pertanian dalam merencanakan program kerja petani (Padmowihardjo, 1999). 
Evaluasi dilakukan setelah semua proses pelatihan dilewati dengan menggunakan alat evaluasi yang disiapkan sebelumnya (Ulum, 2010). Dijelaskan lebih lanjut bahwa hasil evaluasi yang didapatkan akan digunakan sebagai acuan untuk pelaksanaan follow up yang akan dijalankan pasca pelatihan. Untuk itu perangkat evaluasi yang valid dibutuhkan untuk dapat mengukur dan memetakan kapasitas peserta, sehingga kegiatan follow up yang diberikan tepat dengan hasil yang dicapai oleh masing-masing peserta.
Evaluasi harus dilandasi oleh data atau fakta yang dapat dipercaya.  Karena itu, pengumpulan data/fakta harus dilakukan sebaik-baiknya dalam arti tepat (valid) dan teliti (reliable) (Mardikanto, 2009).
Ulum (2010) menyatakan bahwa untuk kriteria keberhasilan lazimnya digunakan empat kriteria evaluasi, yaitu :
1.    Kriteria pendapat, yaitu kriteria yang didasarkan atas pendapat peserta pelatihan (melalui kuisioner) mengenai program pelatihan  yang tellah dilakukan.
2.    Kriteria belajar, yang diperoleh melalui tes pengetahuan dan keterampilan
3.    Kriteria prilaku, yang didapat dengan menggunakan tes keterampilan atau mengamati secara langsung perubahan  perilaku peserta.
4.    Kriteria hasil, yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh pasca pelatihan.
       Reference :
Anonima. 2012. Kursus Tani. http://www.scribd.com/doc/98408874/Kursus-Tani Diakses tanggal 22 Maret 2013.


Djumena, Nunu dkk.  Program Latihan. Cetakan ke-empat.  Universitas Terbuka, Jakarta. (Materi Pokok LUHT 4331/2SKS/Modul 1-6).

Ginting, E. 1993. Metodologi KKL. Mahasiswa APP Penagungan, Malang.

Mardikanto, Totok. 1993.  Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.
Padmowihardjo, Soedijanto.  1999.  Metode Penyuluhan Pertanian.  Cetakan ke-dua. Universitas Terbuka, Jakarta. (Materi Pokok LUHT 4230 / 3SKS / MODUL 1-9).

Peraturan Menteri Pertanian nomor 52/permentan/T.140/12/2009 tentang Metode Penyuluhan Pertanian.

Rokhman, Khayatul Mokh. 2012. Metode Penyuluhan Pertanian. http://www.rohman.tripod.com/lapangan/penyul.htm. Diakses tanggal 22 Maret 2013.

Suparti, Endah. 2002. Praktek Kerja Lapangan. Cetakan ke-empat. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta. (Materi Pokok LUHT 4491 / 4SKS / Modul 1-12).

Ulum, Bahrul. 2010. Manajemen Pelatihan.
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&ved=0CEwQFjAE&url=http%3A%2F%2Funipajbr.files.wordpress.com%2F2011%2F02%2Fmanajemen-pelatihan.doc&ei=nnFOUajSLM77rAfM-4DABw&usg=AFQjCNFND3EVVo5sDCqyChEaLsVXHZDEzw&bvm=bv.44158598,d.bmk. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
Sumber gambar : Dokumentasi pribadi (2013)
@ Kursus Tani Wulunggunung-Sawangan-Magelang
Special thanks to : Ibu. Ir. Sri Rahayu, MM dan Ibu Ir. Sunarsih, MSc,
Bpk. Ir. Sumaryanto, MM, dan Bpk. Ir. Johannes Sulardi, MSi