Kamis, 05 September 2013

Fermentasi Kulit Kopi dengan Aspergillus Niger


Oleh : Nadhifa Husna

Apa Kulit Kopi itu ?
 Kulit buah kopi merupakan limbah dari pengolahan buah kopi untuk mendapatkan biji kopi yang selanjutnya digiling menjadi bubuk kopi (AAK, 1988).  Kandungan zat makanan kulit buah kopi dipengaruhi oleh metode pengolahannya apakah secara basah atau kering seperti terlihat pada tabel. Kandungan zat makanan kulit buah kopi berdasarkan metode pengolahan. Pada metode pengolahan basah, buah kopi ditempatkan pada tanki mesin pengupas lalu disiram dengan air, mesin pengupas L bekerja memisahkan biji dari kulit buah. Sedangkan pengolahan kering lebih sederhana, biasanya buah kopi dibiarkan mongering pada batangnya sebelum dipanen. Selanjutnya langsung dipisahkan biji dan kulit buah kopi dengan menggunakan mesin.
  AAK (1988) menyatakan bahwa kulit kopi terdiri dari:
 1.  Lapisan bagian luar tipis yakni yang disebut ”Exocarp”; lapisan ini kalau
sudah masak berwarna merah.
2. Daging buah; daging buah ini mengandung serabut yang bila sudah masak
berlendir dan rasanya manis, maka sering disukai binatang kera atau
musang. Daging buah ini disebut ”Mesocarp”.
3. Kulit tanduk atau kulit dalam; kulit tanduk ini merupakan lapisan tanduk
yang menjadi batas kulit dan biji yang keadaannya agak keras. Kulit ini
disebut ”Endocarp”.
Limbah kulit kopi menurut laporan Zaenudin dan Murtisari (1995) kandungan  protein kasarnya 10,4%, kandungan ini hampir sama dengan protein yang terdapat pada bekatul. Kandungaan energi metabolisnya 3.356 kkal/kg. Selanjutnya dilaporkan bahwa kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam. Pakan ayam pedaging dengan kandungan kulit kopi sebanyak 5%, tidak berpengaruh negatif terhadap produktivitas ayam.
Apa Aspergillus niger itu ?
 Aspergillus niger adalah anggota dari genus Aspergillus yang mencakup seperangkat jamur yang umumnya dianggap aseksual, meskipun bentuk sempurna (bentuk yang bereproduksi secara seksual) telah ditemukan (Fadli, 2009).  Aspergillus niger umumnya ditemukan tumbuh sebagai saprofit pada daun mati, gandum yang disimpan, tumpukan kompos, dan vegetasi yang membusuk lainnya. Spora tersebar luas, dan sering dikaitkan dengan bahan organik dan tanah (Dewanto, 2012).
1.  Morfologi Aspergillus niger
Aspergillus niger memiliki bulu dasar berwarna putih atau kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai hitam. Kepala konidia berwarna hitam, bulat, cenderung memisah menjadi bagian-bagian yang lebih longgar dengan bertambahnya umur. Konidiospora memiliki dinding yang halus, hialin tetapi juga berwarna coklat (Fadli, 2009).


Gambar 1.  Aspergillus niger
 2. Klasifikasi Aspergillus niger
  
            Wikipedia (2012) menyatakan bahwa berdasarkan klasifikasinya, jamur Aspergillus niger dapat dilihat sebagai berikut :
Domain           : Eukaryota
Kingdom
         : Fungi
Phylum
            : Ascomycota
Subphylum
      : Pezizomycotina
Class
                : Eurotiomycetes
Order
               : Eurotiales
Family
             : Trichocomaceae
Genus
              : Aspergillus
Spesies            : A. niger

3.  Habitat Aspergillus niger
Aspergillus niger kosmopolit didaerah tropis dan subtropics, dan mudah diisolasi dari tanah, udara,air, rempah-rempah, kapas, buah-buahan, gandum, beras, jagung, tebu, ketimun, kopi, teh, coklat serta serasah dedaunan (Fadli, 2009).  Aspergillus niger dapat tumbuh pada suhu 35ºC-37ºC (optimum), 6ºC-8ºC (minimum), 45ºC-47ºC (maksimum) dan memerlukan oksigen yang cukup (aerobik) (Wikipedia, 2012).

4.  Peran Aspergillus niger
Aspergillus niger penting pada produksi asam sitrat yang banyak digunakan pada berbagai makanan dan minuman ataupun sebagai pengawet dan peningkat citarasa (Fadli, 2009). Aspergillus niger juga menyumbang lebih dari 99% produksi asam sitrat dunia dan ini jumlah total lebih dari 4,5 juta ton per tahun (Anonim, 2012).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa asam sitrat harus dimurnikan dari substrat fermentasi sehingga keterlibatan jamur tidak lagi nampak. Aspergillus niger juga dapat mengkontaminasi makanan misalnya pada roti tawar, pada jagung yang disimpan dan sebagainya.  

5. Ciri-ciri Aspergillus niger
Ciri-ciri umum dari Aspergillus niger antara lain:
a. Warna konidia hitam kelam atau hitam kecoklatan dan berbentuk bulat.
b. Bersifat termofilik, tidak terganggu pertumbuhannya karena adanya peningkatan suhu.
c.  Dapat hidup dalam kelembaban nisbi 80.
d. Dapat menguraikan benzoat dengan hidroksilasi menggunakan enzim benzoat-4 hidroksilase menjadi 4-hidroksibenzoat.
e. Memiliki enzim 4-hidroksibenzoat hidroksilase yang dapat menghidrolisa 4-hidroksibenzoat menjadi 3,4-dihudroksi benzoat.
f.  Natrium & formalin dapat menghambat pertumbuhan Aspergilus niger.
g.  Dapat hidup dalam spons (spons Hyrtios Proteus)
h. Dapat merusak bahan pangan yang dikeringkan atau bahan makanan yang memiliki kadar garam tinggi.
i. Dapat mengakumulasi asam sitrat.

Apa manfaat Fermentasi Kulit kopi dengan Aspergillus niger itu ?
 Menurut Whesthoff dan Frazier (l983), dengan fermentasi yang menggunakan Aspergillus niger, terjadi proses biokonversi senyawa-senyawa organik dan anorganik menjadi protein sel sehingga kandungan protein substrat terfermentasi meningkat. Demikian pula enzim-enzim pengurai/pemecah serat seperti selulase dan lain-lainnya yang diproduksi selama proses fermentasi berperan dalam menurunkan kandungan serat substrat tersebut (Purwadaria et. al., 1997;1994) .  Penggunaan utama dari Aspergillus niger adalah untuk produksi enzim dan asam organik dengan cara fermentasi (Dewanto, 2012).
Aspergillus niger memiliki beberapa kegunaan sebagai organisme itu sendiri, selain produk fermentasi. Misalnya, karena kemudahan visualisasi dan resistensi terhadap agen antijamur beberapa, Aspergillus niger digunakan untuk menguji kemanjuran pengobatan pengawet (Jong dan Gantt, 1987). Selain itu, Aspergillus niger telah terbukti sangat peka terhadap defisiensi mikronutrien mendorong penggunaan strain A. niger untuk pengujian tanah (Raper dan Fennell, 1965). Ada juga minat menggunakan jamur ini untuk reaksi enzimatik performcertain yang sangat sulit untuk dicapai dengan ketat cara kimia, seperti penambahan khusus untuk steroid dan cincin kompleks lainnya (Jong dan Gantt, 1987dalam : Dewanto, 2012).
 Bagaimana pemberian Kulit Kopi untuk Pakan Ternak itu ?
Kulit buah kopi fermentasi menunjukan perbedaan yang nyata dimana konsumsi 0% sangat berbeda dengan konsumsi 5% dan bila diberikan dalam jumlah level yang lebih tinggi maka konsumsi semakin rendah, namun sampai pemberian 15% konsumsi tanpa kulit kopi fermentasi (0%) masih lebih rendah dan pada pertambahan berat badan dan konversi ayam buras yang diberi pakan kulit kopi fermentasi menunjukan bahwa pada pemberian 15% sangat berbeda nyata dengan dengan pemberiaan sampai 10% dimana pemberian 15% telah mengalami pertumbuhan yang lambat dan nilai konversinya tinggi, akan tetapi angka pemberian pakan kulit kopi fermentasi sampai 10 % tersebut masih dibawah pemberian pakan tanpa kulit buah kopi fermentasi, serta nilai Income Over Feed Cost terbaik pada pemberian kulit buah kopi fermentasi pada ayam buras adalah pada perlakuan 0% (T0) yaitu 13.265,00. (Turnip, 2012).

Apa saja kandungan nutrisi Fermentasi Kulit Kopi itu ?
Kandungan nutrisi fermentasi kulit kopi dapat dilihat pada Tabel 1. sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Analisis Proksimat Limbah Kopi
No
Perlakuan
Komposisi (%)
Protein kasar
Serat kasar
Lemak
Kalsium
Phosfor
1
Tanpa fermentasi
6,67
21,40
1,04
0,21
0,03
2
Fermentai dengan Aspergillus niger
12,43
11,05
1,05
0,34
0,07
3
Dedak
10,06
14,68
10,45
0,01
1,16
Data :Analisis dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak-Ciawi, Bogor (Anonim, 2012)


Bagaimana cara membuat Fermentasi Kulit Kopi dengan Aspergillus niger itu ?
            Bahan : Kulit kopi, Aspergillus niger, mineral, dan air hangat.
Alat : baskom untuk tempat mencampur bahan, timbangan untuk menimbang bahan, tampah untuk menjemur campuran bahan, kertas koran untuk menutup tampah.
 Cara membuat : 
       1.      Menyiapkan alat dan bahan. 
       2.      Menimbang bahan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. 
       3.      Mencampurkan kulit kopi dan mineral dengan air hangat sampai adonan bisa di genggam. 

       4.      Mengaduk sampai rata, dan setelah rata adonan di letakkan pada tampah.
. 

       5.      Mencampurkan Aspergillus niger setelah adonan hangat, suam-suam kuku. 

       5.      Meratakan adonan yang sudah tercampur. 

       6.      Menutup adonan dengan kertas koran.  

       7.      Pada hari ke-empat dibalik dan diremas-remas, kemudian membiarkan sampai 7-8 hari.  
       8.      Setelah jadi dikeringkan dibawah sinar matahari.

Apa tujuan Fermentasi Pakan dengan Aspergillus niger itu ?
Fermentasi pakan dengan Aspergillus niger bertujuan untuk meningkatkan protein terutama untuk bahan – bahan kering yang rendah proteinnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Muryanto (2011) yang menyatakan bahwa fermentasi dengan Aspergillus niger mampu meningkatkan nilai gizi limbah kopi, yang ditunjukan dengan meningkatnya protein dan menurunkan kadar serat kasar.
Menurut Londra dan Andri mengatakan bahwa hasil analisis proksimat menunjukkan, limbah kopi mengandung 6,67% protein kasar, dengan serat kasar 21,40%. Kandungan gizi limbah kopi meningkat setelah dilakukan fermentasi selama 5 hari, terjadi peningkatan kadar protein (CP) menjadi 12,43 % meningkat sebanyak 5,76 % dibandingkan dengan limbah tanpa fermentasi. Sedangkan terjadi penurunan serat kasar (CF) sebanyak menjadi 11,05 %, sedangkan lemak, kalsium dan phospor hampir sama.

Reference :

Anonim. 2012.  Bahaya Jamur Aspergillis. http://sumberdaya.web.id/2012/bahaya-jamur-aspergillus/.  Diakses 18 Februari 2013.
Anonim. 2012.  Limbah Kopi Pakan Kambing Ettawa. http://peternakan-deeansosekundip.blogspot.com/2012/11/limbah-kopi-pakan-kambing-etawa.html . Diakses 20 Februari 2012.

Dewanto, Anjar Gigih .2012.  Aspergillus niger. http://teknoganik.blogspot.com/2012/04/aspergillus-niger.html. Diakses 14 Februari 2013.
Muryanto, u. Nuschati, d. Pramono dan t. Prasetyo.  Potensi Limbah Kulit Kopi sebagai Pakan Ayam. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, Ungaran.  Dalam :  Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Dalam Mendukung Usahaternak Unggas Berdayasaing

Purwadaria, T., T. Haryati, J. Dharma, I.P. Kompiang, dan A.P . Sinurat. 1994 . Pengembangan pembuatan inokulum Aspergillus niger untuk fermentasi cassapro . Proc. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan, Balimak, Bogor.

Turnip, Jasinton. Pemanfaatan Kulit Buah Kopi Yang Difermentasi Dengan Aspergillus Niger Terhadap Performans Ayam Buras Umur 4 - 12 Minggu. http://jturnip.blogspot.com/2012/04/pemanfaatan-kulit-buah-kopi-yang.html. Diakses 18 Februari 2012.

Sumber gambar : Dokumentasi pribadi (2013)

Special thanks to : Bpk. Dr. Ir. Hadi Haryanto, M.P.

Senin, 02 September 2013

Cara Membuat Arang Sekam

Oleh : Nadhifa Husna

Apa  Sekam itu ?
Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio) (http://id.wikipedia.org, 2012). Sekam padi (kulit gabah) merupakan hasil penggilingan atau penumpukan gabah (Anonima, 2012).
Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis, terdiri dari belahan lemma dan palea yang saling bertautan, umumnya ditemukan di areal penggilingan padi. Dari proses penggilingan padi, biasanya diperoleh sekam 20 –30%, dedak 8 – 12 %, dan beras giling 50 – 63,5% dari bobot awal gabah (Sipahutar, 2012).  Sekitar 20 % dari berat padi adalah sekam padi, dan bervariasi dari 13 sampai 29 % dari komposisi sekam adalah abu sekam yang selalu dihasilkan setiap kali sekam dibakar (Hara, 1996; Krishnarao et al., 2000 dalam : Anonima, 2012).

  Sekam tersusun dari jaringan serat-serat selulosa yang mengandung banyak silika dalam bentuk serabut-serabut yang sangat keras. Pada keadaan normal, sekam berperan penting melindungi biji beras dari kerusakan yang disebabkan oleh serangan jamur, dapat mencegah reaksi ketengikan karena dapat melindungi lapisan tipis yang kaya minyak terhadap kerusakan mekanis selama pemanenan, penggilingan dan pengangkutan. (Haryadi, 2006 dalam: Anonimb, 2012).
Dalam pertanian, sekam dapat dipakai sebagai campuran pakan, alas kandang, dicampur di tanah sebagai pupuk, dibakar, atau arangnya dijadikan media tanam (http://id.wikipedia.org, 2012).
Apa saja komposisi Sekam Padi itu ?
Sekam memiliki kerapatan jenis bulk density 125 kg/m3, dengan nilai kalori 1 kg sekam padi sebesar 3300 k.kalori dan ditinjau dari komposisi kimiawi, sekam mengandung karbon (zat arang) 1,33%, hydrogen 1,54%, oksigen 33,645, dan Silika (SiO2) 16,98%, artinya sekam dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kimia dan sebagai sumber energi panas untuk keperluan manusia (Sipahutar, 2012).
Menurut P. Suharno (1979) dalam: Winarno F.G. et al., 1985 dalam : Darmatasiah, 2012), komposisi sekam sebagai berikut,  Kadar Air   9,020 %, Protein Kasar  3,027 %,  Lemak 1,180 %, Serat Kasar  35,680 %,  Abu 17,710 %,  Karbohidrat kasar 33,710 %.
Ditinjau dari komposisi kimiawinya, sekam mengandung beberapa unsur penting sebagai yang tercantum pada Tabel 1. sebagai berikut:
Tabel 1. Komposisi Kimia Sekam Padi (% berat)
Komponen
% Berat
Kadar air
32,40 – 11,35
Protein kasar
1,70 – 7,26
Lemak
0,38 – 2,98
Ekstrak nitrogen bebas
24,70 – 38,79
Serat
31,37 – 49,92
Abu
13,16 – 29,04
Pentosa
16,94 – 21,95
Sellulosa
34,34 – 43,80
Lignin
21,40 – 46,97
Sumber :  Ismunadji, 1988 dalam :  Anonimb, 2012

Apa Arang Sekam itu ?
Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan (http://id.wikipedia.org, 2013). Arang sekam adalah sekam padi yang telah melalui proses pembakaran tidak sempurna sehingga tidak sampai menjadi abu (Darmatasiah, 2012).
Arang sekam merupakan salah satu alat untuk membuat media tanam. Sekam terbuat dari pembakaran kulit padi, di buat menjadi arang sekam sebagai salah satu  media tanam sistem hidroponik (BPPP Lembang, 2012).
Arang yang hitam, ringan, mudah hancur, dan meyerupai batu bara ini terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya (http://id.wikipedia.org, 2013).

Ada berapa cara pembuatan Arang Sekam itu ?
Maspary (2011) menyatakan bahwa ada beberapa cara pembuatan arang sekam, yaitu :
a). Pembuatan arang sekam dengan cara disangrai
Pada prinsipnya pembuatan arang sekam dengan cara ini adalah dengan cara disangrai. Peralatan yang diperlukan adalah tungku dan seng. Caranya, sekam padi diletakkan di atas seng yang telah ditempatkan di atas tungku. Selanjutnya sekam disangrai sambil diaduk. Dengan cara ini akan diperoleh arang sekam sebanyak 40-50 kg dari 100 kg sekam segar.
b). Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar dalam tong perlahan-lahan
Caranya, masukkan sekam ke dalam tong sampai tinggi sekitar 20 cm. Tuang oli ke dalam tong dan bakar. Jika asap dari pembakaran berkurang maka sekam ditambah sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Kemudian tong ditutup karung basah dan di atasnya diberi tutup hingga rapat. Biarkan sekam menjadi dingin. Setelah itu pisahkan arang sekam dengan abunya melalui penyaringan. Jumlah arang sekam yang diperoleh juga sekitar 40-50 kg dari 100 kg sekam segar. Cara ini kurang efisien karena memerluan waktu yang lebih lama dibandingkan cara disangrai.
c). Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar bersamaan dalam drum.
Letakkan pralon atau bambu ditengah drum. Tuangkan sekam disekeliing bambu tadi sambil dipadatkan hingga drum terisi penuh dengan sekam. Cabut bambu/ pralon tani. Buatlah sumber api dilubang tadi menggunakan kayu bakar atau yang lain. Biarkan asap mengepul hingga sekam menjadi arang semua.

Apa manfaat Arang Sekam itu ?
Arang sekam padi biasa digunakan sebagai pupuk dan bahan baku briket arang (http://id.wikipedia.org, 2013). Dijelaskan lebih lanjut bahwa selain digunakan untuk arang, sekam padi juga sering dijadikan bekatul untuk pekan ternak. Arang sekam juga bisa digunakan sebagai campuran pupuk dan media tanam di persemaian. Hal ini karena sekam padi memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan.
Pada lahan pertanian arang sekam sangat baik untuk membantu menyuburkan tanah  (Maspary, 2011).  Dijelaskan lebih lanjut arang sekam bisa berfungsi sebagai penyimpan sementara unsur hara dalam tanah sehingga tidak mudah tercuci oleh air, dan sangat mudah dilepaskan ketika dibutuhkan atau diambil oleh akar tanaman. Bisa dikatakan arang sekam berfungsi seperti zeolit.
Arang sekam memiliki peranan penting sebagai media tanam pengganti tanah. Arang sekam bersifat porous, ringan, tidak kotor dan cukup dapat menahan air (Maspary, 2011). Dijelaskan lebih lanjut bahwa penggunaan arang sekam cukup meluas dalam budidaya tanaman hias maaupun sayuran (terutama budidaya secara hidroponik). BBPP Lembang (2012) menyatakan bahwa keunggulan media arang sekam adalah bisa digunakan beberapa kali untuk digunakan. Selain tidak kotor arang sekam dapat menyimpan air cukup lama dibandingkan tanah biasa, mudah dalam pembuatan serta mudah dalam penyerapan dalam melakukan penyiraman. Penggunaan arang sekam cukup efisien dibandingkan dengan menggunakan media lain.

Bagaimana cara membuat Arang Sekam itu ?

 Bahan : 
sekam sebanyak 50 kg dan air secukupnya.
Alat : 
tong pembakaran untuk membakar sekam menjadi arang, 
kayu kecil-kecil untuk bahan pembakaran arang sekam dan 
korek api untuk menyalakan api di dalam tong pembakaran.
 Cara membuat : 
      1.      Menyiapakan alat dan bahan yang akan digunakan. 

      2.      Menyalakan kayu dalam tong pembakaran. 
     3.      Menutup atas tong pembakaran dengan sekam basah. 
   4.      Menutup sekeliling tong dengan arang kering

   5.   Memberi arang basah lagi pada bagian atas tong pembakaran agar asap bisa naik dan arang tidak menjadi abu. 
   6.      Menumpuk arang sampai mengelilingi tong pembakaran. 
   7.      Setiap 1 jam dilihat kondisinya, jika diperlukan tambahkan sekam yang basah lagi. 
         8.      Pembakaran sekam sudah cukup, kemudian disiram dengan air sampai bara sekam mati. Arang sekam dimasukkan kedalam sak bekas wadah sekam, biasanya 3 sak sekam menjadi + 2 sak arang sekam.


Mengapa dalam pembuatan Arang Sekam perlu disiran air ?

            Dalam pembuatan arang sekam ini setiap 1 jam sekali dilihat bagaimana kondisinya.  Apabila sekam terlalu kering maka ditumpuk dengan sekam yang sudah dibasahi air.  Hal ini sesuai dengan pendapat Darmatasiah (2012), yang menyatakan bahwa apabila menggunakan cerobong besi sekam harus terus dijaga agar tidak menjadi abu dan harus mengganti sekam yang telah menjadi arang dengan sekam baru.  Sekam harus disiram dengan air, agar arang tak menjadi abu. 
           
Kapan waktu yang tepat dalam pembuatan Arang Sekam itu ?

Proses pengarangan sebaiknya dilakukan pada jam 5 sore untuk menghindari gangguan ternak.  Karena proses pengarangan membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, sehingga keesokkan harinya sekam telah menjadi arang. Jadi tidak perlu ditunggu atau diaduk berkali-kali. Sekam hanya perlu diaduk sekali untuk meratakan sekam agar terbakar semua. Sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga. Apabila pada saat pembakaran sekam terjadi hujan sekam tidak akan mati, sekam yang berada di bagian dalam akan terus terbakar, karena sekam yang berada dibagian luar mampu menahan air hujan untuk tidak masuk ke bagian dalam sekam.  Jadi tidak dibutuhkan atap untuk membakar sekam tersebut (Darmatasiah, 2012).
Sekam yang sudah menjadi arang disiram dengan air sampai benar-benar telah mati, karena jika tidak arang yang berwarna hitam akan menjadi abu yang berwarna putih.  

Reference :


Anonima.  2012.  Sekam Padi (Kulit Gabah).

Anonimb. 2012. Komposisi Sekam Padi dan Abu Sekam Padi.   http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-22546-5.%20BAB%20II.pdf. Diakses tanggal  3 April 2013.

BBPP Lembang.  2012. Teknik Pembuatan Arang Sekam.  Balai Besar Pelatihan Pertanian.http:/www.bbpp-lembang.info/index.php/en/arsip/artikel/artikel-pertanian/590-teknik-pembuatan-arang-sekam

Darmatasiah. Cara Mudah dan Murah Membuat Briket Arang Sekam : Sumber Energi Alternatif dalam Rumah Tangga Petani. http://epetani.deptan.go.id/blog/cara-mudah-dan-murah-membuat-briket-arang-sekam-7062.  Diakses tanggal  3 April 2013.

http://id.wikipedia.org, 2012.  Sekam.  http://id.wikipedia.org/wiki/Sekam.  Diakses tanggal  3 April 2013.

http://id.wikipedia.org. 2013.  Arang. http://id.wikipedia.org/wiki/Arang.  Diakses tanggal  3 April 2013.

Maspary.  2011.  Fungsi dan Cara Membuat Arang Sekam. http://www.gerbangpertanian.com/2011/03/fungsi-dan-cara-membuat-arang-sekam.html. Diakses tanggal  5 April 2013.

Sipahutar, Dorlan, 2012.  Teknologi Briket Sekam Padi. Balai Pengkajian Teknologi Riau, Riau.
Diakses tanggal 3 April 2013.
Sumber gambar : Dokumentasi pribadi (2013)

Special thanks to : Bpk. Sucipto, S.Pt, M.Si